Rapat Koordinasi Perangkat Desa Bahas Inovasi Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Pemerintah Desa Kebowan menggelar Rapat Koordinasi Perangkat Desa bertempat di Balai Desa, dengan agenda utama membahas inovasi bentuk-bentuk sosialisasi perlindungan perempuan dan anak agar lebih efektif, menyeluruh, dan menyasar berbagai lapisan masyarakat. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kebowan, Bapak Jarot Wiyono, dan diikuti oleh Sekdes, para Kasi dan Kaur, Kepala Dusun, serta kader PKK dan Posyandu.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan pentingnya mengembangkan pendekatan yang lebih kreatif dan tepat sasaran dalam menyampaikan pesan perlindungan perempuan dan anak, mengingat isu ini menyangkut martabat dan keselamatan generasi desa.
Beberapa inovasi yang dibahas dalam rapat antara lain:
1. Sosialisasi Melalui Kegiatan Keagamaan dan Kesenian
Mengintegrasikan pesan perlindungan perempuan dan anak dalam pengajian, yasinan, dan pagelaran seni lokal, seperti hadroh, rebana, atau wayang edukatif.
2. Poster Edukatif di Fasilitas Umum dan Tempat Ibadah
Memasang poster dan infografis edukatif di balai desa, masjid, sekolah, dan posyandu agar pesan tersampaikan secara visual dan terus-menerus.
3. Penyuluhan Keliling di Posyandu dan Arisan RT
Melibatkan kader PKK, nakes, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan materi ringan seputar kekerasan rumah tangga, pola asuh sehat, dan hak anak dalam forum informal.
4. Kampanye Sosial Media dan Video Edukasi Lokal
Membuat konten video pendek menggunakan bahasa daerah dan anak muda setempat, kemudian disebarkan melalui grup WhatsApp dusun, Facebook desa, dan media sosial.
5. Pelatihan Tokoh Masyarakat sebagai Agen Perlindungan
Menjadikan Ketua RT/RW, guru ngaji, dan tokoh pemuda sebagai penyambung informasi dan pelindung pertama bila terjadi kasus kekerasan atau pelanggaran hak.
6. Lomba Poster atau Vlog Perlindungan Anak untuk Remaja dan TPA
Mengajak anak-anak dan remaja turut serta dalam kampanye melalui karya visual yang mereka buat sendiri, yang juga bisa dipamerkan di balai desa atau media digital.
Dalam diskusi, beberapa perangkat dusun menyarankan agar materi sosialisasi dibuat sesederhana mungkin, dan pendekatannya bersifat membumi dan sesuai kebiasaan masyarakat desa. Sekretaris Desa juga menyampaikan pentingnya dokumentasi inovasi ini untuk pelaporan program Kabupaten/Kota Layak Anak.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk mulai uji coba dua bentuk inovasi terlebih dahulu, yaitu penyuluhan keliling dan lomba edukatif, sambil menyiapkan bahan dan dukungan lintas sektor.
Dengan adanya inovasi ini, Pemerintah Desa Kebowan berharap dapat membangun lingkungan yang lebih sadar, responsif, dan ramah terhadap perempuan dan anak, serta memperkuat sistem perlindungan sosial dari tingkat paling dasar.
Fhadjril Pratama Ferdian
06 Agustus 2025 11:21:36
perbanyak beribadah...