Desa Kebowan
Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
TK Pertiwi Kebowan Sosialisasikan Perda Disabilitas dalam Momen Pelepasan Siswa dan Pentas Seni Anak

Suasana haru dan semangat mewarnai kegiatan pelepasan siswa kelas B TK Pertiwi Kebowan, yang dirangkai dengan pentas seni kreativitas anak serta sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman sekolah, dihadiri para siswa, orang tua, guru, serta perwakilan dari Pemerintah Desa Kebowan.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala TK Pertiwi Kebowan, Ibu Nurlaela, S.Pd.AUD, yang menyampaikan rasa bangga atas perkembangan anak-anak didiknya serta apresiasi kepada para orang tua atas dukungan selama proses belajar. "Hari ini bukan hanya perpisahan, tetapi juga perayaan atas tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan keberanian anak-anak. Termasuk keberanian kita semua untuk mulai membangun lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan sosialisasi Perda Kabupaten Semarang Nomor 12 Tahun 2021, yang disampaikan oleh perwakilan dari Pemerintah Desa. Materi sosialisasi disampaikan secara ringan dan komunikatif, menekankan pentingnya:
-
Menghormati hak anak penyandang disabilitas dalam lingkungan bermain dan belajar,
-
Menciptakan ruang yang adil dan setara bagi seluruh anak tanpa diskriminasi,
-
Peran orang tua dan sekolah dalam membangun budaya inklusi sejak dini.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para wali murid. Banyak di antara mereka baru mengetahui adanya regulasi khusus yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas. “Ternyata penting sekali mengenalkan nilai-nilai ini kepada anak-anak sejak kecil, terutama soal bagaimana bersikap kepada teman yang berbeda kemampuan,” ujar Ibu Nia, salah satu orang tua murid.
Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pentas seni anak-anak, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, drama kecil, hingga penampilan bernyanyi bersama. Beberapa siswa dengan kebutuhan khusus pun ikut tampil, menunjukkan bakat dan percaya diri yang luar biasa. Penampilan mereka disambut tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.
Momen ini menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan inklusif bisa diwujudkan, bahkan dimulai dari jenjang pendidikan anak usia dini. Sosialisasi Perda disabilitas dalam kegiatan sekolah bukan hanya menambah pengetahuan orang tua, tapi juga menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan empati dan kesetaraan.
TK Pertiwi Kebowan melalui kegiatan ini membuktikan komitmennya untuk menjadi sekolah ramah anak sekaligus ramah disabilitas, tempat di mana setiap anak dihargai dan diberi ruang untuk berkembang sesuai potensinya.



Fhadjril Pratama Ferdian
06 Agustus 2025 11:21:36
perbanyak beribadah...